SEJARAH INDONESIA KELAS X SEMESTER 1 : TERBENTUKNYA KEPULAUAN INDONESIA ( Part 2 )

Posted by Blog nya Para Terdidik. on Monday, November 27, 2017


      Pada masa Paleozoikum (masa kehidupan tertua) keadaan geografis kepulauan indonesia belum terbentuk seperti sekarang ini. Dikala itu wilayah ini masih merupakan bagian dari samudra yang sangat luas, meliputi hampir seluruh bumi. Pada fase berikutnya yaitu pada akhir mesozoikum, sekitar 65 juta tahun yang lalu, kegiatan tektonis itu menjadi sangat aktif menggerakan lempeng-lempeng indo-australia, Eurasia dan pasifik. Kegiatan ini dikenal sebagai fase tektonis (orogenesa larami), sehingga menyebabkan daratan terpecah - pecah. Benua eurasia menjadi pulau-pulau yang terpisah satu dengan yang lainnya. Sebagian diantaranya bergerak ke selatan membentuk pulau-pulau sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi serta pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat dan Kepulauan Banda. Hal yang sama juga terjadi pada benua Australia. Sebagian pecahannya bergerak ke utara membentuk pulau-pulau Timor, Kepulauan Nusa Tenggara Timur dan Maluku Tenggara sebagian. Pergerakan pulau-pulau hasil pemisahan dari keduanya sangat labil. Kegiatan tektonis yang sangat aktif dan kuat telah membentuk rangkaian Kepulauan Indonesia pada masa Tersier sekitar 65 Juta tahun yang lalu.
SEJARAH INDONESIA KELAS X SEMESTER 1 : TERBENTUKNYA KEPULAUAN INDONESIA
    Sebagian besar daratan sumatera, kalimantan dan jawa telah tenggelam menjadi laut yang dangkal sebagai akibat terjadinya proses kenaikan permukaan laut atau transgresi. Sulawesi pada masa itu sudah mulai terbentuk, sementara Papua sudah mulai bergeser ke Utara, meski masih didominasi oleh cekungan sedimentasi laut dangkal berupa paparan dengan terbentuknya endapan batu gamping. pada kala pliosen sekitar lima juta tahun yang lalu, terjadi pergerakan tektonis yang sangat kuat, yang mengakibatkan terjadinya proses pengangkatan permukaan bumi dan kegiatan vulkanis. Ini pada gilirannya menimbulkan tumbuhnya (atau mungkin lebih tepat terbentuk) rangkaian perbukitan struktural seperti perbukitan besar (gunung), dan perbukitan lipatan serta rangkaian aktif gunung berapi sepanjang perbukitan itu. Kegiatantektonis dan vulkanis terus aktif hingga awal masa pleistosen, yang dikenal sebagai kegiatan tektonis plio-pleistosen. Kegiatan tektonis ini berlangsung diseluruh Kepulauan Indonesia.
     Gunung api aktif dan rangkaian perbukitan struktural tersebar disepanjang bagian barat pulau sumatera, berlanjut ke sepanjang pulau jawa ke arah timur hingga Kepulauan Nusa Tenggara serta kepulauan Banda. Kemudian terus membentang sepanjang pulau sulawesi selatan dan sulawesi utara. Pembentukan daratan yang semakin luas itu telah membentuk kepulauan Indonesia pada kedudukan pulau-pulau seperti sekarang ini. Hal itu telah berlangsung sejak kala Pliosen hingga awal Pleistosen (1,8 Juta tahun lalu). Jadi pulau-pulau dikawasan Kepulauan Indonesia ini masih terus bergerak secara dinamis, sehingga tidak heran jika masih seringterjadi gempa, baik vulkanis maupun tektonis.
     Letak Kepulauan Indonesia yang berada pada deretan gunung berapi membuat jadi daerah dengan tingkat keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi. Kekayaan alam dan kondisi geografis ini telah mendorong lahirnya penelitian dari bangsa-bangsa lain. Dari sekian banyak penelitian terhadap flora dan funa tersebut yang paling terkenal diantaranya adalah penelitian Alfred Russel Wallace yang membagi Indonesia dalam dua wilayah yang berbeda berdasarkan ciri khusus baik fauna maupun floranya. Pembagian itu adalah pemaparan Sahul di sebelah timur, Paparan Sunda disebelah barat. Zona diantara paparan tersebut kemudian disebut sebagai wilayah Wallace yang merupakan pembatas fauna yang membentang dari selat lombok hingga selat makassar ke arah utara. Fauna-fauna yang berada disebelah barat garis pembatas disebut dengan Indo-Malayan Region. Disebelah timur disebut dengan Australia malayan Region. Garis itulah yang kemudian kita kenal dengan garis Wallace.
     Merujuk pada tarikh bumi diatas, keberadaan manusia dimuka bumi dimulai pada zaman quarter sekitar 600.000 tahun yang lalu atau disebut juga zaman es. Dinamakan zaman es karena selama itu es dari kutub berkali-kali meluas sampai menutupi sebagian besar permukaan bumi dari Eropa Utara, Asia Utara dan Amerika Utara peristiwa itu terjadi karena panas bumi tidak tetap, adakalanya naik danturun. Jika ukuran panas bumi turun drastis maka es akan mencapai luas sebesar-besarnya dan air laut akan turun atau disebut Zaman glacial. Sebaliknya jika ukuran panas naik, maka es akan mencair dan permukaan laut akan naik yang ini disebut zaman interglacial. Zaman glacial dan zaman inter glacial ini berlangsung silih berganti selama zaman diluvium (pleistosen). Hal ini menimbulkan berbagai perubahan iklim diseluruh dunia, yang kemudian mempengaruhi keadaan bumi serta kehidupan yang ada diatasnya termasuk manusia, sedangkan zaman Alluvium (holosen) berlangsung kira-kira 20.000 Tahun yang lalu hingga sekarang, mulai Sejak zaman ini mulai terlihat secara nyata adanya perkembangan kehidupan manusia.

Blog, Updated at: 4:43 PM

0 comments:

Post a Comment

Artikel Terbaru

Powered by Blogger.

About Us

Ini Adalah blog yang isinya berbagi tips seputar olahraga,Administrasi, kesehatan dan obat herbal, pemilik dari blog ini adalah imam hanafi.
Di blog ini anda akan menemukan informasi yang bermanfaat mengenai olahraga,Administrasi, kesehatan dan obat herbal terutama mereka yang ingin tahu seputar hal itu,
kalau ada pertanyaan atau saran silahkan kontak di email : iHanafi1@gmail.com, sekian infonya yah.